Langsung ke konten utama

Analisis Resiko

 


Risiko atau risk adalah suatu situasi yang tidak menentu mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang dalam memutuskan segala kemungkinan yang dipikirkan pada masa ini. Sementara itu manajemen risiko adalah upaya rasional yang bertujuan untuk meminimalkan probabilitas kerugian dari risiko yang sedang dihadapi. Dalam menanggulanginya perlu adanya analisis risiko.


Analisis Resiko (Risk Analysis)

Analisis risiko atau bisa disebut risk analysis adalah metode untuk mengukur dan mengidentifikasi variabel yang bisa mengancam atau mencederai sebuah kesuksesan sebuah acara, proyek, rencana, program maupun bisnis dalam meraih tujuan.

Metode analisis resiko bisa digunakan untuk mencegah segala alasan, faktor dan variabel yang bisa menghalangi sebuah aksi dalam mencapai tujuan yang diinginkan oleh individu, organisasi maupun kelompok.

Selain itu analisis risiko juga merupakan cara analisis yang terdiri dari aspek pengukuran, klasifikasi, komunikasi, kebijakan dan manajemen yang berhubungan dengan risiko yang sedang dihadapi.


Tahapan Analisis Resiko

Berikut adalah tahapan dari analisis resiko:

    1. Pertama adalah mengenali dan memikirkan segala probabilitas dari sebuah kejadian, peristiwa dan kondisi dari yang paling buruk mulai dari sisi internal dan eksternal.
    2. Pastikan keterkaitan antara sebab akibat dengan skala, peluang kejadian dan probabilitas efeknya.
    3. Evaluasi segala efek yang ada di bawah anggapan dan kemungkinan yang berbeda.
    4. Mengimplementasikan metode kuantitatif dan kualitatif untuk meminimalkan kemungkinan bahaya lain dari biaya yang membengkak, kerugian, kecelakaan dsb.

    Jenis - Jenis Resiko

    Berikut adalah jenis pada resiko:

    Resiko Dinamis (Dynamic Risk)

    Merupakan risiko yang disebabkan karena ada kemajuan dan perkembangan pada kelompok tertentu seperti kemajuan teknologi, ekonomi dan pengetahuan.


    Resiko Spekulatif (Speculative Risk)

    Merupakan risiko yang terdiri dari dua probabilitas yakni untung atau rugi. Ini bisa ditemui pada pembelian saham, pembelian valas dsb.


    Resiko Fundamental (Fundamental Risk)

    Merupakan risiko yang asal muasalnya tidak dapat dilimpahkan kepada satu individu dan mengalami kerugian yang sangat banyak.


    Resiko Murni (Pure Risk)

    Merupakan risiko yang ada hanya satu probabilitas yakni kemungkinan rugi. Ini bisa ditemui pada bencana alam dan resesi ekonomi.



    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Standar dan Panduan untuk Audit Sistem Informasi ISACA, IIA COSO, dan ISO 1799

         1. IIA COSO  (The Comitte of Sponsoring Organizations of The Threadway Commision’s)     C ommittee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, atau disingkat COSO, merupakan suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penggelapan laporan keuangan dan membuat rekomendasi untuk mengurangi kejadian tersebut. COSO telah menyusun suatu definisi umum untuk pengendalian, standar, dan kriteria internal yang dapat digunakan perusahaan untuk menilai sistem pengendalian mereka. COSO disponsori dan didanai oleh 5 asosiasi dan lembaga akuntansi profesional: American Institute of Certified Public Accountants (AICPA), American Accounting Association (AAA), Financial Executives Institute (FEI), The Institute of Internal Auditors (IIA) dan The Institute of Management Accountants (IMA).      ...

    Lembaga - Lembaga Audit Sistem Informasi yang ada di Indonesia

      Kita tahu bahwa di Indonesia memiliki lembaga-lembaga Audit, lembaga Audit pemerintah umumnya memiliki tugas yang lebih luas daripada akuntan publik, baik internal maupun eksternal. Pengertian dari  Audit Sistem Informasi   adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien. Berikut ini adalah lembaga-lembaga Audit Sistem Informasi: 1.  LPAI (Lembaga Pengembangan Auditor Internal) Ini adalah lembaga yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen LPAI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggaraka...

    Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Standar Audit Sistem Informasi

     1. Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Standar Audit Sistem Informasi 2. Konsep, Prinsip, Standar dan Dasar Audit SI A) Konsep dasar kontrol dan Audit SI      Audit sistem informasi adalah suatu upaya penghimpunan dan juga penilaian berbagai bukti agar bisa menentukan apakah sistem informasi yang digunakan pada sebuah perusahaan mampu mengamankan aset, menjaga integritas data, dan mampu mendorong perusahaan dalam mencapai tujuannya secara efektif serta menggunakan sumber daya yang ada secara lebih efisien.      Terdapat beberapa komponen yang harus diperiksa di dalamnya, yaitu audit secara menyeluruh pada tingkat efektivitas, efisiensi,  availability, confidentiality, reliability, integrity,  aspek keamanan, modifikasi program, audit proses, audit sumber data, dan juga data file ataupun database perusahaan.      Audit sistem informasi ini gabungan dari beragam jenis ilmu, yaitu ilmu traditional audit, sistem informasi akunta...